Home FOKUS SAPUHI Wadah Asosiasi Umroh Dan Haji Resmi Diluncurkan

SAPUHI Wadah Asosiasi Umroh Dan Haji Resmi Diluncurkan

SHARE

Bisnisekonomi.com ,Jakarta — Satu lagi hadir wadah asosiasi umrah dan haji. Namanya SAPUHI. Singkatan dari Sarikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia.
“Alhamdulillah, SAPUHI lahir di Jakarta pada 28 Mei 2018, bertepatan dengan 12 Ramadhan 1439 H,” kata Ketua Umum SAPUHI, Syam Resfiadi Ketua Umum Asphurindo, Syam Resfiadi saat ditemui awak media usai menghadiri acara buka puasa bersama Islami Travel Communication Forum (IITCF) di Jakarta, Rabu (30/5/18).
SAPUHI berdiri akibat adanya perselisihan dijajaran pimpinan di Asphurindo yang tidak berujung pangkal.
Syam menambahkan, SAPUHI diluncurkan secara resmi pada acara buka puasa bersama (bukber) Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo)  di sebuah restoran terkenal di Jakarta, Senin (28/5).
Menurut Syam, acara bukber Asphurindo ini kegiatan rutin setiap Ramadhan dan diisi dengan  silaturahim  antar anggota dan pengurus serta para tamu undangan.
Menurut Syam, acara bukber Asphurindo ini kegiatan rutin setiap Ramadhan dan diisi dengan  silaturahim  antar anggota dan pengurus serta para tamu undangan.
“Namun kali ini kami isi dengan  rapat pleno anggota di mana kami menyampaikan kondisi terakhir dari kegiatan bisnis di dalam maupun di luar asosiasi yang berkaitan dengan  bisnis haji dan umrah,” kata Syam yang sebelumnya menjabat sebagai ketua umum Asphurindo.
Rapat pleno yang dihadiri lebih dari 50 persen anggota travel Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) itu telah menghasilkan keputusan yang mana hasilnya akan diumumkan setelah Lebaran nanti,” jelas Ketua Umum Asphurindo, Syam Resfiadi
Ia menambahkan, “Selain itu,  isu terbesar adalah masalah dualisme pengurus Asphurindo yang kami sampaikan ke anggota. Kami pengurus telah sepakat membuat opsi dua  pilihan untuk diputuskan oleh mayoritas anggota yang hadir. Yaitu,  munaslub untuk menyelesaikan islah dengan  pihak mereka — yang belum jelas hasilnya dan ada kemungkinan deadlock — atau membuat asosiasi baru.”
Ternyata, kata Syam, mayoritas anggota yang hadir memilih untuk mendirikan asosiasi baru. Lahirlah SAPUHI.
Mengenai pengesahan kepengurusan, AD dan ART serta program kerja SAPUHI ke depan akan diselenggarakan Munas yang berlangsung di sebuah hotel di Jakarta sekitar bulan Juli mendatang, demikian penjelasan Syam sambil menutup pembicaraan.(Budi)