KSPI; Desak Bentuk Tim Pencari Fakta

Jakarta — Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar jumpa pers, membahas berbagai isu yaitu; Pertama, rencana aksi KSPI ke Komnas HAM untuk mendesak dibentuk Tim Pencari Fakta (TPF) terkait kematian pengujuk rasa pada tanggal 22 Mei 2019 dan kematian ratusan petugas KPPS. Kedua, Penjelasan rencana aksi KSPI ke Mahkamah Konstitusi (MK) selama persidangan sengketa Pilpres, untuk mengawal langkah konstitusi yang diambil Prabowo – Sandi. Ketiga,Terkait Posko Pengaduan THR.

Presiden KSPI, Said Iqbal menjelaskan, tentang rencana aksi di depan Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk mendesak dibentuk Tim Pencari Fakta (TPF) terkait kematian pengujuk rasa pada tanggal 22 Mei 2019 dan kematian ratusan petugas KPPS.

“Aksi ini rencananya akan diselenggarakan pada hari Selasa, tanggal 28 Mei 2019, sejak pukul 13.00 Wib,” kata Said Iqbal dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Mega Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senen, (27 Mei 2019).

Selanjutnya terkait  rencana aksi KSPI ke Mahkamah Konstitusi (MK) selama persidangan sengketa Pilpres, untuk mengawal langkah konstitusi yang diambil Prabowo – Sandi.

“Karena KSPI ikut mendukung paslon No.02 (di Pilpres 2019 Prabowo -Sandi) maka melakukan langkah aksi pengawalan,” ujar Said Iqbal.

“Maka KSPI merencakan dan merumuskan aksi di jalan bersama ribuan buruh, yang akan mengawal di setiap sidang. Dan setiap asi kita akan mengikuti prosedur (melalui aparat keamanan),” ungkapnya.

Terkait Posko Pengaduan THR, saat ini KSPI telah membuka di 24 provinsi, di harapkan pembayaran 7 hari sebelum lebaran.