Kaukus Pendukung Penuntasan Kasus Novel (KPPKN) Inisiasi Gerakan Nasional Shalat Subuh dan Do’a Bersama untuk Keselamatan Bangsa

Jakarta  — Tiga hari lagi, tepatnya tanggal 11/4/ 2019 adalah 2 tahun Novel Baswedan -aktivis anti korupsi yang juga penyidik senior KPK mencari keadilan hukum pasca penyerangan atas dirinya (11/4/2017) dengan penyiraman air keras ke wajahnya oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Menyoal kasus Novel, sebenamya berbagai kalangan sudah berupaya termasuk oleh KPK sendiri telah dilakukan. Diantaranya KPK meminta Presiden Joko Widodo membentuk Tim Gabungan untuk mengusut perkara tersebut.

Namun alih-alih upaya pencarian keadilan atas hukum terus dilakukan, hingga 2 tahun berjalan belum juga ada political will dari pemerintah untuk menuntaskan kasus yang menciderai penegakan hukum di Indonesia tersebut.

Dua tahun kasus Novel yang belum juga menemukan titik terang, memantik sebagian masyarakat khususnya kalangan yang tergabung dalam Kaukus Pendukung Penuntasan Kasus Novel (KPPKN) menginisiasi Gerakan Nasional Shalat Subuh dan Do’a Bersama untuk Keselamatan Bangsa secara serentak di seluruh Indonesia.

Oleh karenanya kami dari Kaukus Pendukung Penuntasan Kasus Novel (KPPKN) menyerukan kepada semua pihak khususnya pemangku kebijakan untuk :

1. Gerakan Shalat Subuh Berjamaah dan Do’a untuk Keselamatan Bangsa: Solidaritas Solidaritas Penegakkan Hukum untuk Novel Baswedan adalah mumi gerakan moral sebagai bentuk keprihatinan terhadap lambannya penegakan hukum yang menimpa saudara Novel Baswedan.

2. Ditilik dari segi solidaritas ukhwah keumatan, penyerangan atas Novel Baswedan sepulang Shalat Subuh berjama’ah bukan sekedar masalah pribadi yang bersangkutan (Novel) tetapi sudah melukai sisi kebatinan Umat Islam dalam menjalankan kebebasan beribadah.

3. Memberikan dorongan moral kepada saudara Novel Baswedan agar tetap bersemangat menjalankan kinerja penegakkan Hukum di KPK sekalipun Kasus yang menimpanya belum jelas penuntasannya.

4. Menyerukan kcpada Capres dan Cawapres (Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandi) yang sedang berkontestasi dalam Pilpres 2109 untuk berkomitmen dalam penegakan hukum terutama kasus yang menimpa Saudara Novel Baswedan termasuk perlindungan atas aparat hukum Penyidik Pimpinan KPK. Karena pemberantasan korupsi merupakan bagian dari Jihad fi Sabilillah.

5. Penuntasan kasus Novel Baswedan menjadi penting dan mendesak agar dikemudian hari tidak mcnjadi preseden buruk dalam sejarah pcncgakkan hukum di lndonesia

6. Mengajak seluruh mnsyarakat untuk melaksanakan Shalat Subuh berjama’ah di Masjid/Mushala maslng-masing di seluruh lndonesia