Roses de Versailles, Nama Motif Bordir Manual Yang Menjadi Salah Satu Koleksi The Masterpiece Collection Vol. 1 Dari Brand Afsheen Syadza di IFW 2019  

Jakarta — Desain motif Bordir Manual merek Afsheen Syadza ‘Roses de Versailles’ menjadi sorotan sejak hari pertama pada ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2019 yang digelar selama 5 hari mulai dari tanggal 27 – 31 Maret 2019 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Motif diatas busana syar’i berwarna hitam ini mengedepankan harmoni efek gradasi warna- warna lembut dan motifnya yang menyerupai bunga aslinya.

Suci Nurullia owner dan desainer Afsheen Syadza menjelaskan bahwa ‘Roses de Versailles’ adalah konsep yang mengangkat keindahan bunga-bunga mawar di Istana Versailles, Prancis yang memiliki ornamen dinding emas, dimana pantulan sinar emas dari dinding tersebut jatuh diatas bunga mawar yang sedang merekah dan menghasilkan perpaduan warna indah. Selain mawar, tampak juga bermacam-macam motif indah lainnya yaitu bunga Hortensia perpadu Wildflowers, Teratai, Peony, Lily, Anggrek dan lain-lain.

“Kita memang baru launching di Indonesia Fashion Week, bergerak dalam bidang bordir manual premium syar’i, dengan mengangkat para pengrajin Indonesia yang mayoritas 15 tahun pengalamannya. Konsep bordir yang kita ambil adalah dari lukisan realis floral seperti aslinya dan setiap bordir memiliki konsep unik tersendiri,” Ujar Suci saat ditemui awak media di JCC, Jakarta, Rabu (27/03/2019).

Beliau menambahkan tagline dari Afsheen Syadza adalah ‘visualizing beauty’ yaitu pembuatan bordir yang menyerupai bunga aslinya. Tampak terlihat ciri khas warna-warna pastel dan elegan mendominasi semua koleksinya, hal ini dilakukan untuk memikat market dengan target wanita usia antara 25 sampai 50-an tahun. Range harga yang ditawarkan sangat affordable mulai dari Rp. 450 ribu sampai dengan Rp 2,7 juta.

Suci mengungkapkan target mengikuti acara IFW 2019 yaitu ingin memperkenalkan hasil kreasi para pengrajin bordir manual Indonesia yang sudah berkecipung belasan tahun namun belum dikenal masyarakat secara luas, dan sekaligus juga ingin memperkenalkan bahwa kualitas hasil bordir para pengrajin tidak kalah bagus dengan produk sejenisnya di manca negara. Ia juga mengaku bahwa dirinya telah menghabiskan waktu yang cukup lama dalam menemukan pengrajin yang sesuai dengan standar brandnya.

“Visi saya ingin memajukan perekononian Indonesia terutama di bidang ekonomi kreatif, dan mengangkat budaya seni bordir yang dimiliki oleh masyarat Indonesia. Kedepannya kita akan mix dengan kain batik sutra, tenun dan lainnya, yang di bordir dengan cara manual,” ujarnya.

Ia berharap kedepannya sedikit demi sedikit ingin memajukan masyarakat yang kreatif yang ada di beberapa daerah pelosok di Indonesia yang punya keahlian dan seni dan ingin memajukan.

Selain itu, Suci yang membawa brand Afsheen Syadza juga memperkenalkan beragam koleksi busana syar’i dengan motif bordir serta mengeluarkan koleksi ekslusif printing yang dibuat sendiri. Untuk melengkapi itu semua adapula beberapa koleksi hijab import berbahan sutra dari negara Eropa seperti Prancis dan Italia. Serta koleksi hijab polos yang siap di bordir secara manual yang dipadupadankan dengan original swarovski elements dari Austria.

Beberapa tahun belakangan ini, bisnis usaha bidang fashion busana muslim semakin diburu para hijaber. Banyak inspirasi motif dan desain baru bermunculan yang bisa datang dari mana saja, seperti halnya desainer busana muslim, Suci owner sekaligus desainer dari brand Afsheen Syadza turut meramaikan ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2019 dengan membuka booth di lokasi Assembly Hall, persis di depan pintu masuk Hall.

Koleksi busana syar’i Afsheen Syadza dirilis bertepatan dengan event besar IFW 2019. Bagi Anda yang ingin memiliki koleksi Afsheen Syadza bisa melalui media sosial
– Line official :@afsheensyadza
– Instagram : @afsheensyadza.official