Kasus Ijazah Palsu menerpa Bupati Kabupaten Rote Ndao, Apa Kata FORMACI?

Forum mahasiswa cinta Indonesia (Formaci) akan menggelar aksi unjuk rasa pada hari senin 1 April 2019 di kementerian dalam negeri dan Bareskrim Polri, dihubungi tim media abraham ketua umum forum mahasiswa cinta Indonesia (Formaci) menyampaikan “iya kita akan menggelar aksi unjuk rasa pada senin 1 april nanti” Abraham menyampaikan unjuk rasa yang akan dilaksanakan terkait dengan dugaan kasus pemalsuan dokumen negara yang menyeret nama bupati terpilih kabupaten rote ndao yang sebelumnya mencalonkan diri untuk menjadi bupati dengan menggunakan ijazah palsu, dugaan ini kuat muncul karena ijazah yang digunakan tidak sesuai dengan verifikasi dari kopertis wilayah VII yang dikeluarkan pada 29 januari 2018. ijazah sarjana ekonomi yang dikeluarkan oleh STIE pariwisata satya widya surabaya dengan nomer seri ijazah STIE PAR SW 418 yang ditandatangani oleh ketua E Lukito, S.Sos, MM pada 27 maret 2006 itu menurut kopertis wilayah VII merupakan ijazah yang tidak memiliki civil effect atau tidak memiliki legitimasi secara hukum. Oleh sebab itu kami sebagai mahasiswa dan kaum muda agent of control sicial tidak bisa berdiam diri melihat situasi dan keadaan yang seperti ini ucap abraham, kami berkomitmen akan melakukan pengawalan proses demokrasi yang sehat dan bersih secara konsisten. Kami akan menggelar aksi unjuk rasa dengan mengerahkan seluruh kekuatan element mahasiswa dan pemuda untuk mengawal dugaan kasus yang terjadi di kabupaten rote ndao provinsi NTT ini, karna kami inginkan proses demokrasi yang sehat jujur dan berkeadilan sesuai dengan amanat Pancasila dan UUD 1945.

Dalam aksi unjuk rasa yang akan dilaksanakan pada april nanti Forum mahasiswa cinta indonesia (Formaci) akan menyampaikan beberapa tuntutan yaitu,

pertama, Formaci meminta pihak kepolisian RI melanjutkan pemeriksaan dan penyidikan dugaan kasus pemalsuan ijazah yang dilakukan oleh paulina haning bulu sampai tuntas.

Kedua, meminta pihak kementerian dalam negeri melakukan mekanisme penggantian bupati kabupaten rote ndao dengan menunjuk PJS dari pejabat kemendagri sementara kasus dugaan pemalsuan ijazah ini di selidiki dan dituntaskan.

Ketiga, meminta pihak bareskrim polri untuk segera memanggil dan memeriksa bupati kabupaten rote ndao paulina haning bulu yang diduga menggunakan ijazah palsu saat akan mencalonkan diri menjadi bupati kabupaten rote ndao. demikian ucap ketua umum Forum mahasiswa cinta indonesia (Formaci) yang dihubungi tim media.