Kain Pesona Bari Songket Palembang di Kenal Sampai Mancanegara

Jakarta —  Kain tenun songket Palembang merupakan salah satu jenis kain yang memiliki nuansa kemewahan. Selain membutuhkan waktu cukup lama untuk menghasilkan sehelai kain, harganya pun tergolong mahal.

Tak banyak pengrajin yang masih menjalani bisnis usaha yang  tetap mengangkat tidak hanya budaya namum tetap mengikuti perkembangan desain secara kekinian tapi tidak membuat pesona dari Songket Palembang luntur.

Begitupula bisnis usaha kain rumah songket yang di miliki oleh Hj. Eka Rahman Mahyuddin merupakan generasi ketiga yang telah berdiri sejak tahun 1952 lamanya, beralamat di Kapten Cek Syech No 34 Kelurahan 24 Ilir.

Hj. Eka Rachman Mahyuddin mengatakan,
sudah dari  awal buka songket yang ia desain dibeli masyarakat dari Asia Tenggara. Lama kelamaan, mereka yang berdomisili di Jepang hingga Inggris tahu keberadaan Pesona Bari Songket dan ikut-ikutan membeli.

“Awalnya tuh ada orang Palembang yang beli terus dibawa ke  luar negeri. Seiring berjalannya waktu, masyarakat  mancanegaranya langsung yang beli,” ujar Eka saat ditemui awak media, disela pameran Adiwastra Nusantara 2019 di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, (24/03/2019).

Beliau menambahkan, sebenarnya ada versi terbarunya yang menunjang dari repro-nya dengan benang emas yang baru yang dibuat dengan motif dengan pakem zaman dulu dalam atrian tidak merubah ciri khas kemegahan dan keindahannya karena kita memodifikasi dari segi warna untuk anak milenial coraknya agak sedikit berbeda.

“Untuk menyasar target milenial, saya mempunyai anak tiga orang yang interest terhadap kain songket. Mereka fancy-nya lebih kearah menjangkau  anak muda yang lebih simple dari segi warna warna yang tidak terlalu berat seperti benang emas yang tenunnya lebih kecil kecil dan sedikit di combine dengan warna warna dan tenun yang menarik. Saat digunakan ke pesta undangan terlihat motifnya lebih ringan,” ujar nya.

“Sebenarnya ada versi terbarunya yang menunjang dari repro-nya dengan benang emas yang baru yang dibuat dengan motif dengan pakem zaman dulu yang tidak merubah ciri khas kemegahan dan keindahannya, karena kita memodifikasi dari segi warna untuk anak milenial coraknya agak sedikit berbeda,” ujarnya.

Dalam pengerjaan songket sendiri dikerjakan paling lama tiga bulan dalam satu stel bahkan jadi enam bulan atau delapan bulan tergantung tingkat kesulitan.