Tolak Berita Hoax, Ujaran Kebencian Dan Radikalisme, Majelis Taklim Khutoba Jakarta Utara Dan DKM Masjid Jami Nurul Islam Gelar Dzikir Dan Istiqosah Untuk Keselamatan Bangsa

Jakarta – Menyikapi situasi saat ini dari berbagai upaya untuk mencoba memanfaatkan rumah ibadah sebagai ajang penyampaian berita Hoax, Ujaran kebencian dan paham radikalisme atas dasar kepentingan politik praktis dan tentunya ini harus di sikapi secara bersama.

Upaya menyikapi situasi inipun, sekitar 500 jamaah Majelis Taklim Khutoba Jakarta Utara dan DKM Masjid Jami Nurul Islam, menggelar Dzikir Dan Istiqosah untuk Keselamatan Bangsa guna Menolak Hoax, Ujaran Kebencian Dan Radikalisme di Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Ketua Masjid DKM Masjid Jami Nurul Islam mengatakan, kegiatan semacam ini haruslah kita dukung, agar upaya untuk penyebaran berita hoax, Ujaran kebencian dan radikalisme tidak terjadi.

“Kami sangat nendukung untuk menolak masjid di jadikan sebagai ajang menyebar berita Hoax Dan ujaran Kebencian Bahkan upaya penyebarkan paham radikalisme”, ujar Drs Ustadz Ach. Zailani.

Hal senada juga disampaikan oleh pemuka agama, KH Nursaya
yang juga menolak keras tempat ibadah sebagai tempat penyebaran berita Hoax dan ujaran kebencian dengan alasan dan dalih apapun.

“Mari kita jadikan masjid sebagai tempat ibadah bagi umat dan menolak masjid sebagai ajang politik praktis dan jangan dijadikan tempat menyampaikan ujaran Kebencian dan paham radikalisme,” ungkapnya.

Kita ketahui, penyebaran berita Hoax dan Ujaran kebencian bahkan radikalisme sekalipun akan semakin marak dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Hal ini yang disampaikan Budi Cahyono Selaku Kapolsek Koja yang mewakili Kapolres Jakarta Utara.

“Karena itulah kita terus berupaya tanpa henti melalui program unggulan Babinkamtibmas untuk menangkal berita Hoax, Ujaran kebencian dan radikalisme di tengah – tengah masyarakat,” tandas Kapolsek.

Lebih- lanjut katanya, bahkan upaya kepolisian sektor Jakarta
Utara, selalu menurunkan anggota personilnya untuk memberikan pemahaman kepada jamaah masjid untuk tidak terpengaruh atas berita hoax, Ujaran kebencian bahkan paham radikalisme yang menjadi opini publik.

Sementara, M.Yuda Pratama menyerukan kepada masyarakar agar menjadikan masjid sebagai sarana beribadah umat Islam, bukan untuk dijadikan tempat penyebaran berita hoax dan Ujaran kebencian bahkan radikalisme sekalipun.

“Upaya pencegahanpun tidak bisa di pungkiri adanya pihak-pihak lain yang mencoba masjid menjadi sarana penyebaran berita hoax yang sontak akan menjadi perpecahan,” jelas Yuda selaku ketua Generasi Muda Muslim Indonesia (GMMI).