Perkara sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur Maluku Utara Terus Berlanjut

Jakarta — Sebagaimana diketahui, Mahkamah Konstitusi telah menjatuhkan putusan akhir dalam sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur Maluku Utara, pada tanggal 13 Desember 2018, dimana Pasangan Calon Nomor Urut 3 KH. Abdul Gani Kasuba¬† dan Al Yasin Ali, yang merupakan Gubernur Incumbent, ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi memperoleh suara terbanyak setelah pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang.

Namun menurut jadwal di PTUN Ambon, sidang perkara tersebut masih berlanjut yang akan dilaksanakan pada hari Selasa 12 Februari 2019. Dengan pemeriksaan persidangan yang akan memasuki pemeriksaan saksi dan ahli dari Pihak Penggugat dan Pihak Tergugat, sedangkan dari Pasangan Calon Nomor Urut 03 KH. Abdul Gani Kasuba  dan Al Yasin Ali, tidak menghadirkan kuasa hukumnya.

Ali Nurdin, SH, ST, selaku Kuasa Hukum dari KPU Provinsi Maluku Utara mengatakan, Pihak Penggugat dijadwalkan untuk menghadirkan 2 orang ahli hukum, yaitu dari Jakarta dan dari Unhas Makasar, sedangkan dari Pihak Tergugat akan menghadirkan 2 orang saksi yaitu dari Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Sedangkan dalam sidang sebelumnya, Pihak Penggugat telah menghadirkan saksi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan 2 orang mantan Kepala Sekolah tingkat lanjutan Atas, yang diberhentikan oleh Gubernur Maluku Utara.

Ia menambahkan bahwa KPU Provinsi Maluku Utara telah melaksanakan tugas dan wewenangnya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan menyerahkan sepenuhnya proses pemeriksaan perkara tersebut kepada Majelis Hakim PTUN Ambon untuk memeriksa dan mengadilinya serta mengambil keputusan yang seadil-adilnya.