APKLI Pidato Kebangsaan; Peta Jalan Indonesia 1945-2080 Kotak Pandora, Keadilan dan Adidaya Sapu Jagat Nusantara

JAKARTA — Pidato kebangsaan Ketua Umum DPP APKLI dr. Ali Mahsun, dengan tema Peta Jalan Indonesia 1945-2080 Kotak Pandora, Keadilan dan Adidaya Sapu Jagat Nusantara menjadi topik utama yang disampaikan di Gedung Juang 45 pada hari Kamis (24/01/2018) menyoroti peta perjalanan Indonesia di setiap era kepemimpinan baik pemerintah maupun lembaga pemerintah bahwa Indonesia sebuah negara yang besar, dan negara yang sangat kaya dan strategis.

“Di era reformasi hak rakyat, hak politik, ekonomi dan budaya semakin ditanggalkan. Kita saksikan bersama hanya Republik Indonesia di dunia (satu satunya) menyelenggarakan pileg  seecara langsung, akan tetapi seharusnya tidak ada. Hal inilah dinamakan peta jalan kotak pandora,” ujar Ali Mahsun dalam Pidato Kebangsaannya.

Ali Mahsun juga menyampaikan perjalanan peta Indonesia mengutip dari Raden Wijaya (pendiri Kerajaan Majapahit sekaligus raja pertama Majapahit yang memerintah pada tahun 1293-1309), bahwasanya;

1. Raja ataupun Presiden itu memiliki semua kewenangan nanum tidak boleh sewenang wenang, karena ada hukum yang maha agung dan maha kuasa yang tidak bisa disiasati dan dibohongi.

2. Semua pemimpin punya kewenangan tapi tidak boleh sewenang wenang karena tidak ada pemimpin tanpa ada rakyat dan bumi semesta.

3. Pemimpin itu seharusnya harus menjadi suri tauladan memberikan contoh dan kepada rakyat dan kepada bumi yang di pimpin, bukan sebaliknya pemimpin foya foya di bumi alam semesta.

Hal ini merupakan akumulasi yang merupakan sebuah tauladan pengalaman hidup dan pembelajaran bersama oleh Allah SWT.

“Peta Jalan Indonesia 1945 -2080 ini diambil dari kepala banteng dengan dasar warna merah yang kita tahu memiliki arti keras dan cadas, merupakan keberanian dan kecerdasan. Walaupun lembu memiliki kecenderungan untuk bersatu. Negara ini dipimpin oleh pemimpin pertama yaitu presiden Soekarno,” kata Ali Mahsun.

Selain itu Ia meminta dengan hormat dan penuh rendah hati kepada PKL dan pelaku ekonomi rakyat dan kepada mahasiswa dan pemuda Indonesia harus tetap bekerja, kuliah (menjalankan aktivitas).

“Tetap membangun dan bangkitkan otomisme dan harapan hidup agar rakyat Indonesia tetap semangat untuk anak anak generasi kedepan, dengan perkembangan politik saat ini harus saya sampaikan, dan ada satu hal yang perlu digaris bawahi ada salah satu hal manusia bertahan di muka buni adalah optimisme, manusia yang tidak memiliki optimesme maka akan punah bangsa,”  ungkap Ali Mahsun.