Dugaan Kejahatan Seksualdi Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan

Jakarta — Dewan Pengawas BPJS TK adalah sebuah lembaga yang terpisah dari Direksi BPJS TK. Menurut Pasal 21 UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Untuk Dewan Pengawas berisikan tujuh anggota profesional yang terdiri dari dua orang dari unsur pemerintah, dua orang dari unsur pekerja, dua orang dari unsur pemberi kerja, dan satu orang dari tokoh masyarakat. Anggota Dewan Pengawas dilantik dan diberhentikan Presiden RI.

RA merupakan mantan staf di Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK), yang diduga menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan bekas atasannya sendiri yang berinisial SAB merupakan sosok seorang pria berumur 59 tahun.

“Saya adalah korban kejahatan seksual yang dilakukan atasan saya di Dewan Pengawas BPJS Tenaga Kerja (BPJS-TK),” ungkap RA (nama singkatan) saat konfresnsi press di SMRC, Cikini, Jakarta, Jum’at (28/12/2018).

“Saya membuat pengakuan ini dengan penuh kejujuran. Saya berani mempertanggungjawabkan apa yang saya sampaikan. Saya tidak ingin menghancurkan reputasi BPJS-TK. Tapi kejahatan seksual yang dilakukan seseorang yang memiliki jabatan sangat tinggi semacam itu tidak boleh dibiarkan,” tuturnya.

RA sendiri telah bekerja sebagai staf Dewan Pengawas BPJS TK sejak Mei 2016. Ia ditugaskan sebagai sekretaris pribadi untuk terduga pelaku, dan pelecehan seksual yang dialaminya sejak awal hingga berakhir dengan PHK yang ia terima pada 5 Desember 2018.