KSPI : Menyerukan Kepada Pemerintah Mengenai Tantangan Revolusi Industri 4.0

Jakarta— Menurut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, mengatakan menurut data KSPI akan terjadi PHK gelombang kelima dengan pemerintahan sekarang ini.

“Digital Economy dan dengan revolusi industri 4.0 dan Robotic sangat mengancam, dimana banyak orang yang akan kehilangan banyak lapangan pekerjaan. Mereka (Pemerintah) tidak peduli dengan regulasi dan proteksi kepada para buruh terkait dua isu ini. Untuk itu kami berharap media dan masyarakat mampu bersikap kritis pada kedua masalah tersebut,” ujar Said Iqbal di  Hotel Mega Proklamasi, Jl. Proklamasi No.42, RT.10/RW.2, Pegangsaan, Menteng, Kota Jakarta Pusat, pada hari Rabu (26/12/2018).

Selain itu juga di sampaikan Catatan dan Evaluasi Akhir Tahun KSPI terkait TKA, PHK, Upah dan Daya Beli, BPJS Kesehatan, Outsourcing, Pemagangan, dll. Kemudian pandangan KSPI tentang  Perspektif Pilpres dan Pileg 2019.

“Isu yang pertama sepanjang tahun 2018 yang mengemuka adalah masalah ketersediam lapangan pekerjaan. Klaim Pemerintah bahwa penyeraan 2 juta orang untuk tiap tahunnya atau 5 juta orang dalam 5 tahun itu menurut kami dari serikat buruh itu tidak benar.”, ungkapnya.

“Data yang dikeluarkan oleh Pemerintah itu berdasarkan data BPS yang jika dikompare dengan temuan kami dilapangan itu tidaklah benar. Menurut evalusasi kami pemerintah telah gagal menyediakan lapangan pekerjaan. Karena faktanya terjadi PHK besar-besaran ratusan ribu karyawan di beberapa industri seperti elektronik, semen, otomotif, baja, retail, garmen, tekstil, farmasi, keramik dan pertambangan,” tegasnya.