Arif Sabarudin ; Kenalkan Produk Lele Beku dengan Label Enza Lele

Jakarta —  Membangun usaha ternak ikan lele sudah banyak dijalankan siapa saja, dikarenakan jenis ikan ini banyak dikonsumsi oleh masyarakat yang disebut-sebut memiliki banyak kandungan gizi dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Seperti halnya Arif Sabarudin pemilik usaha merek Enza Lele sekaligus ketua Koperasi Sumamina Bekasi menceritakan bahwa saat ini usahanya tidak hanya memfokuskan budidaya saja akan tetapi dia menjual ikan lele dalam bentuk beku (frozen). Hal ini diungkapkan saat peringatan Hari Ikan Nasional  (HARKANNAS), di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (06/12/2018).

Ide ini timbul bermula dari harga jual komoditas perikanan air tawar jenis lele sempat mengalami penurunan harga hingga stock yang melimpah, disaat itulah dia mulai berfikir kenapa tidak di produksi dalam bentuk Fillet Lele Beku dan pada akhirnya produk tersebut diterima konsumen dengan segmen market kalangan menengah keatas. Tidak hanya itu saja ada pula produk lainnya yaitu Lele Bumbu kuning.

Harga lele beku yang ditawarkan ke konsumen berkisar Rp 25 ribu  sampai Rp35 ribu per bungkus ( isi 4 ekor) sedangkan lele Fillet seharga Rp120 ribu sampai Rp150 ribu per kilogram.

Enza Lele sendiri merupakan UMKM binaan dari BBP2HP wilayah Bekasi Jawa Barat. Dengan mengawali usaha melalui budidaya ikan lele pada tahun 2014.

Ia menegaskan dengan pengembangan produk usaha yang telah dijalankan sampai saat ini omzet perbulan telah mencapai Rp15 juta sampai Rp20 juta perbulan. Dengan wilayah distribusi penjualan sudah meliputi wilayah Jabodetabek, Bandung, Makasar, dan Kupang. Untuk kedepannya targetkan daya serap penjualan di wilayah kepulauan Jawa.

“Sempat ada tawaran ekspor ke taiwan, tapi karena ada kendala bahan baku yang tidak mencukupi sesuai dengan permintaan (klien), yang untuk sekali kirim 20 ton,” pungkasnya.