113 orang Narapidana Lapas Kelas II A Banda Aceh Kabur dan 21 Orang Sudah Ditangkap Kembali

Jakarta– Berdasarkan informasi yang diterima Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), mengenai kronologis pelarian narapidana pada Lapas Kelas II A Banda Aceh, adalah sebagai berikut ;

1.Pada hari Kamis tanggal 29 November 2018 pukul 18.30 WIB saat waktu salat magrib beberpa warga binaan meminta melaksanakan salat magrib berjamaah, namun waktu beribadah tersebut telah dimanfaatkan oleh beberapa orang narapidana untuk memprovokasi narapidana lainnya untuk melarikan diri di Lapas Kelas II A Banda Aceh, dengan cara menjebol pagar ornames pemisah kantor utama dengan blok atau taman kunjungan.

2. Kejadian diawali dengan cara narapidana membawa barbel untuk membobol kawat ornames depan klinik Lapas, Kemudian narapidana lari kearah pintu akses P2U, namun karena pintu akses P2U terkunci, sehingga narapidana melewati aula dan ruang kerja Lapas.

3. Selanjutnya dengan barbel dan benda tumpul lainnya mendobrak besi tralis jendela ruang aula dan ruang kerja yang menghadap keluar Lapas, selanjutnya narapidana keluar melarikan diri.

4. Adapun petugas piket berjumlah sebanyak 10 yang terdiri dari 3 orang piket senior dan 7 orang CPNS.

5.Jumlah narapidana Lapas Banda Aceh tanggal 30 November 2018 sebanyak 726 ( 1 orang di Rumah sakit dan didalam lapas 725 orang), yang melarikan diri sebanyak 113 orang, yang sudah tertangkap kembali sebanyak 21 orang.

6. Menyikapi peristiwa tersebut , dirjenpas , Sri Puguh Budi Utami memerintahkan kepada jajaran petugas lapas dan Rutan agar mengambil langkah-langkah sebagai berikut yaitu;

—  Melakukan dan meningkatkan intensitas kontrol dan inspeksi khususnya pada saat jam rawan

— Memastikan seluruh WBP berada didalam kamar dan terkunci

—  Melakukan koordinasi dengan aparatur keamanan Polri/TNI untuk meningkatkan intensitas kontrol titik sambang atau bantuan pengamanan

— Menambah kekuatan pengamanan dari unsur staf

—  Melakukan deteksi dini potensi gangguan kamtib dan mengambil langkah cepat pencegahan potensi gangguan kamtib