GALA PREMIERE FILM IMPIAN 1000 PULAU: BELI SATU TIKET, TANAM SATU MANGROVE 

Jakarta- Gerakan 1000 bersama Sineas Muda melaksanakan Gala Premiere Film Impian 1000 Pulau di CGV Blitz Grand Indonesia, Jakarta. Pemutaran perdana film ini rencananya akan dihadiri oleh seluruh Kepala Sekolah dan Ketua OSIS se-Jakarta serta beberapa undangan dari kalangan pemerintah yang juga telah memberikan dukungan dalam pembuatan film ini.

Film impian 1000 pulau ini adalah bentuk komitmen anak muda dari Gerakan 1000 dalam merehabilitasi lingkungan di Indonesia. Setiap pembelian satu tiket film ini sama dengan menanam satu pohon mangrove. Anak-anak muda di Pulau Seribu juga bergabung menjadi volunteer dalam produksi film, diharapkan dapat meningkatkan UMKM di Pulau Seribu. Selain itu, artis senior dan komika Indonesia turut ambil bagian pada film ini.

Digagas oleh Komunitas Sineas Muda Indonesia (yang berasal dari anak muda usia sekolah dari Cikarang, Jawa Barat) mulai November 2015 disutradarai oleh Naphtali Ivan (19th), ditulis oleh Ernest Lesmana (22th), dengan Produser Kevyn Augusta (20th), Shareen Natalie (19th) serta didampingi oleh Produser dari Kepulauan Seribu, Yayi Puspita Sari (17th) dan Siti Soleha Sari (17th) beserta seluruh kru dari Kepulauan Seribu mengangkat cerita tentang hubungan Galang, seorang Anak Nelayan (Karel Susanteo) yang ingin mengejar mimpi namun ditentang oleh ayahnya (Rifnu Wikana) yang meIakukan penangkapan ikan dengan cara Muro-ami, yaitu menangkap ikan dengan cara menumbukkan kepala karang guna menakuti ikan agar keluar dari karang, dampaknya tentu saja punahnya terumbu karang.

“Kisah film ini adalah tentang anda, saya dan kita semua, tentang bagaimana kita sebagai bangsa mengimplementasikan nilai Pancasila, Revolusi Mental dan nilai-nilai pembangunan berkelanjutan (17 UN SDG’s) secara nyata.” ujar Dr. Rima Agristina selaku penasihat Gerakan 1000. Beliau mengajak anak muda untuk mewujudkan rasa kecintaan kepada Indonesia dengan kerja nyata bersama, “Kerja KitaPrestasi Bangsa”.

Tidak hanya sekedar bercerita, tetapi menampilkan realita impian anak Pesisir di seluruh Indonesia yang memang merupakan negara kepulauan terbesar di Dunia. Anak yang bangga dilahirkan dan dibesarkan di pulau yang memiliki mimpi menggapai peluang di kota yang lebih maju untuk membangun Pulau mereka.

Film ini berusaha menampilkan sisi kehidupan perkotaan metropolitan DKI Jakarta yang juga memiliki sisi kehidupan masyarakat pesisir yang berprofesi sebagai Nelayan dan mayoritas berasal dari suku Bugis (Sulawesi Selatan). Dalam proses pembuatannya, film ini telah mampu mensinergikan empat pilar bangsa: Pemerintah, Komunitas, Pelaku Usaha dan Akademisi untuk membuktikan kekuatan dari arti kata “Gotong Royong”, menggunakan sistem inkubasi kreatif terintegrasi sehingga membawa dampak pada munculnya kelompok masyarakat Ekonomi Kreatif berbasis Eco-wisata secara berkesinambungan, melalui peluncuran Paket Wisata Budaya dan Konservasi di Studio Alam TN Pulau Kelapa Dua pada saat GALA PREMIERE.

Sang produser pun telah mengemas cara Promosi yang kreatif dan out of the box untuk mencapai target Iima juta penonton melalui pengadaan PESONA MARATHON GALA PREMIER #lticketlmangrove FILM IMPIAN 1000 PULAU yang akan diadakan sinergi di tiga Provinsi, mulai hari ini tanggal 29 Oktober 2018 (wilayah DKI Jakarta), kemudian selanjutnya 1 November 2018 (Jawa Barat) dan 10 November 2018 (Sulawesi Selatan).

Tiket dijual dengan sistem ONLINE PRESALE mulai tanggal 1 Oktober 2018 lalu di www.gerakan1000.com.”lni semua bukan tentang film, melainkan apa yang kita bisa Iakukan setelah film ini dirilis, dampak apa yang kita bisa berikan, dengan #lticketlmangrove Film lmpian 1000 Pulau berkomitmen untuk mengrehabilitasi lingkungan Indonesia” sebut Naphtali Ivan, sebagai sutradara dari FILM IMPIAN 1000 PULAU.

Sebagai dampak sosial, seluruh keuntungan film akan didedikasikan untuk pengembangan UMKM berbasis Eco-wisata di Kepulauan Seribu, pembuatan sistem Tele Medicine di Pulau Sabira, serta multiplikasi pembuatan Film ataupun TVSeries yang dikerjakan oleh anak usia sekolah dalam satu tahun ke depan.

Rifnu Wikana, sebagai salah satu pemain juga menjelaskan kepeduliannya terhadap lingkungan di Indonesia, khususnya Hutan Mangrove. “Faktanya adalah hutan mangrove menjadi salah satu subjek utama bagi pengembangan lingkungan di Indonesia, sementara kondisi hutan mangrove itu kritis. Padahal Mangrove punya manfaat seperti; mencegah pemanasan global, mencegah erosi pantai, dan habitat perikanan.’ Rifnu juga menjelaskan bahwa banyak habitat ikan yang telah rusak di Pulau Seribu, yang juga diangkat ke film. “Maka dari itu kita memulai campaign 1ticket1mangrove” ujar Rifnu.

Banyak pihak yang mendukung acara ini yaitu BCA, Transjakarta, Tiket.com, PT Protelindo, Traveloka, Virtues international, Indonesia Re, Dulux, LSPR, IPMI, Ranch Market, serta didukung oleh Pemerintah DKI, Seribu Island, Dewan Keamanan Nasional (WanTanNas), Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Bank Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup clan Kehutanan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Wonderful Indonesia, BEKRAF, Otoritas .lasa Keuangan RI, ITX, PATA telah bersepakat untuk mengajak seluruh pihak bersinergi bersama.