Survei Y-Publica: : Elektablitas Jokowi-Maruf 52,7 persen, Prabowo-Sandi 28,6 persen

Journaljakarta.co.id,Jakarta — Survei Y-Publica: Elektablitas Jokowi-Maruf 52,7 persen, Prabowo-Sandi 28,6 persen ‘

Elektabilitas pasangan Calon Presiden dan Caion Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin jauh mengungguli pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Berdasarkan hasil survei terbaru Y-Publica, elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf sebesar 52,7 persen, sedangkan pasangan Prabowo-Sandi sebesar 28,6 persen.

“Elektabilitas pasangan Jokowi-Maruf hampir dua kali lipat dari elektabilitas Prabowo_ Sandi,” kata Direktur Eksekutif Y-Publica, Rudi Hartono, saat merilis basil surveinya di Bakoel Coffe Cikini, Jakarta Pusat, Senin (3/9/2018).

Dia melanjutkan, elektabilitas Jokow-Ma’ruf juga unggul jauh dari Prabowo-Sandi di kalangan pemilih islam.

“Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 54,6 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 29,3 persen,” paparnya.

Namun, lanjut dia, di kalangan pemilih non-muslim, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf melorot ke 49,2 persen, sedangkan Prabowo-Sandi mencapai 39,7 persen.

“Kami menduga ini ada kaitannya dengan persepsi sebagian publik yang menganggap Kiai Ma’ruf Amin sebagai tokoh konservatif dan sektarian,” jelasnya.

Di kalangan pemilih milenial (usia 17-35 tahun), Jokowi-Ma’mf juga unggul 47,4 persen, sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 28,9. Namun, jumlah pemilih milenial yang tidak mcnjawab dan mcrahasiakan pilihannya cukup tinggi, yaitu 23,9 persen.

“Ini kcmungkinannya dua, kalau gak pemilih milcnialnya sangat kritis memilih pcmimpin, ya mereka memang apatis terhadap politik,” tegasnya.

Untuk katcgori gender, lebih banyak responden pcrcmpuan yang mcnyukai Jokowi – Ma’ruf(51,2%), sedangkan responden laki-laki di angka 50,5% Respondcn perempuan yang mcnyukai Prabowo-Sandi hanya 35,9 persen, scdangkan laki-laki 29,8%.

Ketlka kami tanya terbuka, ada 32,1 persen manganggap gerakan itu menguntungkan lawan politik Jokowi, Bahkan ada 24,9 persen terang-terangan menyebut nama Prabowo dan Sandiaga Uno,” terangnya,

Survei nasional ini menggunakan metode kuantitatif, dengan 1200 responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling) mewakili 34 Provinsi di Indonesia.

Survei ini dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan responden terpilih dengan
menggunakan kuisioner. Margin of error (MOE) survei ini 2,98 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.( Budi)