RAWIYAN DULLOH TOKOH BETAWI , TRADISI BUDAYA BETAWI HARUS TETAP DIJAGA

Journaljakarta.co.id ,Jakarta –Nuansa Merah Putih dikenakan para penari tradisional yang menghibur hampir 1000 masyarakat disekitar wilayah Cipayung Jakarta Timur dalam gelaran Pesta Rakyat yang dilaksanakan oleh Paguyuban Warga Betawi (PWB).

Ketua PWB, Rawiyan Dulloh mengutarakan sebagai warga Betawi asli, pihaknya akan berusaha memperjuangkan dan melestarikan tradisi maupun kesenian Betawi yang lambat lain mulai tergerus oleh modernisasi zaman.

“Saat ini memang tradisi Betawi agak sedikit terpinggirkan. Patut diakui, eranya Gubernur Ahok, tradisi Betawi mulai ada kebangkitan, sebagai contoh para pegawai di Pemda DKI Jakarta dihari tertentu di haruskan memakai baju khas Betawi. Selain itu ornamen-ornamen Betawi mulai banyak terlihat dibeberapa sudut fasilitas umum, sosial dan lainnya. Tapi sekarang sepertinya mundur,” ungkap Tokoh Masyarakat yang juga sesepuh di wilayah tersebut kepada wartawan disela acara, Selasa (28/8) malam.

Selain itu katanya, menyinggung mulai pudarnya kepedulian warga Betawi terhadap budayanya sendiri, Budaya Betawi. Diakui, orang Betawi itu bukannya kurang peduli, tapi hanya kurang kompak saja

“Saya merasakan itu (kurang kompak, red) warga Betawi nya. Ibarat kita menangkap Kodok, satu kita tangkap yang lain lompat lagi. Jadi istilahnya, kapan bisa “ngumpul dan kompak”,” ucapnya.

Menurutnya, bila pejabat-pejabatnya bukan orang Betawi, omong kosong kalau memikirkan Betawi. Terkecuali kalau pejabatnya dari tingkat RT, RW hingga Gubernur orang Betawi, dirinya yakin akan dipikirkan kebudayaan dan segala pernak-pernik Betawi.

“Tapi kalau gubernurnya bukan orang Betawi dan hanya simbol aja dan dia orang mana-mana, omong kosong tuh mikirin wilayah Betawi,” tandas Rawi dengan logat Betawinya.

Dirinya berharap, kedepannya untuk pemimpin di setiap daerah, harusnya putra daerah, tanpa terkecuali di tanah Betawi, Kota Jakarta ini. Jadi harus orang Betawi yang jadi pemimpinnya.

“Memang ga bisa dipungkiri, kalo orang Betawi banyak yang pendidikannya rendah.Tapi banyak juga tokoh Betawi yang sukses di bidangnya masing-masing, banyak contohnya,” ungkapnya pria yang juga memiliki berbagai sanggar budaya Betawi ini.

Pantauan  di lapangan, dilokasi acara banyak suguhan makanan khas Betawi untuk melestarikan tradisi Betawi dan juga kesenian yang ditampilkan. Selain itu, ada juga kesenian lain seperti Jaipongan.

Secara gemulai, sang penari yang mengenakan pakaian tradisional warna Merah Putih menghibur tamu undangan dan masyarakat yang hadir melalui Tari Jaipongan.

Selain Pesta Rakyat, di hari yang sama juga diresmikannya Sekertariat Bersama (SekBer) Posko Pemenangan Jokowi for President oleh Paguyuban Warga Betawi. (Budi)