Peluncuran Buku Kebijakan Ahok

Journaljakarta , Jakarta – Dalam rangka menyambut HUT RI ke 73 Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M., yang dikenal sebagai Ahok meluncurkan buku ‘Kebijakan Ahok’ di Gedung Filateli, Jl. Pos, Sawah Besar, Jakarta, Kamis (16/8).

Buku ini merupakan buah pemikiran Ahok selama bertugas sebagai Pejabat Publik, dan disumbangkan sebagai referensi kepada masyarakat untuk mempelajari pemikiran-pemikiran Ahok termasuk kebijakan-kebijakannya saat menjadi Bupati Belitung dan Wakil serta Gubernur DKI Jakarta.

Dalam acara peluncuran buku ‘Kebijakan Ahok’ yang diselenggarakan oleh Tim BTP hadir para narasumber seperti:

– Pemilik Rumah Perubahan, Prof.DR. Rhenald Kasali

– Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudhi

– Anggota DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus

– Mantan Walikota Blitar, Wagub dan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat

Sebagai moderator: Andini Effendi yang sehari-hari berprofesi sebagai Jurnalis, Presenter Berita.

Saat diminta pendapatnya di forum diskusi Prasetyo Edi Marshudi mengatakan salah satu kebijakan Ahok saat memimpin DKI Jakarta adalah membangun fasilitas Rumah Susun, RPTRA dan Revitalisasi Kota Tua yang tidak menggunakan dana APBD melainkan dana CSR.

“Selama Ahok memimpin DKI Jakarta, kebijakannya yang paling luar biasa adalah membangun Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial seperti Rumah Susun, RPTRA dan Revitalisasi Kota Tua menggunakan dana CSR dari para Pengusaha atau Perusahaan, dan tidak menggunakan APBD. Ini adalah terobosan yang harus dicontoh para pemimpin daerah,” katanya.

Sedangkan Politisi Nasdem yang juga anggota DPRD DKI Jakarta mengemukakan bahwa Ahok itu Pemimpin yang keras jika tidak mengenal pribadinya.

“Karena tidak kenal Ahok, saya awalnya menganggap Pak Ahok ini sosok yang keras dan sombong, tapi setelah mengenal dan berinteraksi dengan beliau ternyata orangnya lembut,” ujarnya sambil tertawa.

Djarot Saiful Hidayat punya kesan yang sangat mendalam tentang pribadi Ahok, menurutnya Ahok pribadi yang Pemberani, Keras, Jujur, Manusiawi dan Pancasilais.

“Kesan saya yang paling mendalam tentang sosok BTP (Basuki Tjahaja Purnama) adalah seorang yang Manusiawi dan Pancasilais selain dia Keras dan Pemberani. Dia pernah ngomong ke saya saat saya dipilih Pak Ahok sebagai Wakil beliau, untuk memimpin Jakarta mentalnya harus kuat dan tidak ragu-ragu untuk menyikat pejabat yang tidak baik dan korup. Itu ucapannya yang sangat mendalam dan berkesan bagi saya. Kekurangannya cuma satu pemilihan katanya terkadang salah dan sering lupa diri saat memarahi bawahannya atau warga didepan umum,” kata Djarot.(Budi)