Thariq Mahmud : Tugas Bersama Mengembalikan Marwah Pancasila Sampai Ke Akar Rumput

Journaljakarta.com ,Jakarta — Nilai-nilai pancasila semakin menjauh ke akar rumput. Ini menjadi tugas kita bersama untuk mengembalikan marwah pancasila sampai ke tingkat masyarakat paling dasar,

Demikian pernyataan yang di sampaikan Ketua MPW Pemuda Pancasila DKI Jakarta, Thariq Mahmud dalam acara mengenang hari lahirnya Pancasila , buka bersama dan pemberian santunan kepada ratusan anak yatim dan dhuafa. bertempat di Markas MPW Pemuda Pancasila DKI Jakarta di Graha Pejaten, Jakarta Selatan, Jumat (1/6) petang,

“Hari ini tepat di tanggal 1 juni dimana 73 tahun yang lalu Pancasila digemakan oleh Soekarno di depan Sidang BPUPKI yang kemudian ditetapkan sebagai Ideologi Bangsa pada tanggal 18 Agustus 1945, ujarnya

Di sidang BPUPKI itulah pancasila ditetapkan sebagai philosofische grondslag atau bisa di katakan sebagai dasar filosofi bagi bangsa Kita Indonesia Merdeka.

“Namun, dalam perjalanannya pancasila sebagai philosofische grondslagnya bangsa Indonesia makin jauh dari semangatnya,” tambah Thariq.

“Nilai-nilai pancasila juga semakin menjauh ke akar rumput. Ini menjadi tugas kita bersama untuk mengembalikan marwah pancasila sampai ke tingkat masyarakat paling dasar,” imbuhnya.

Ia juga mengungkapkan, dalam praktik politik dan kenegaraan saat ini, sistem politik Indonesia hanya mempergunakan pancasila sebagai tameng dalam sistem politik, tapi justru hakikat dari pancasila khususnya sila ke-4 yang berbunyi ‘Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan’, justru sudah kehilangan substansinya bahkan musyawarah mufakat sudah digantikan dengan votting.

Maka dari itu, Thariq menyebut pihaknya akan terus berusaha mengembalikan UUD 1945 ke aslinya.

“Kami juga sadari, pancasila sebagai pondasi negara dan pandangan hidup negara sudah di pastikan harus ikut dalam dialektika peradaban dunia. Namun harus tetap tangguh dan berdiri kokoh sebagai dasar filosofis bangsa Indonesia yang akan terus berkembang dan tak pernah berhenti pada tiap detik dan waktunya,” lanjutnya.

Thariq menegaskan, pihaknya tidak mentolerir adanya paham-paham yang hendak merongrong pancasila. Terlebih, jika upaya-upaya itu dilakukan dengan jalan radikalisme. “Kita tidak akan biarkan ideologi manapun merongrong pancasila,” katanya.

Hadir dalam kegiatan itu, Ketua Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno serta perwakilan dari Pemprov DKI Jakarta, Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya.

Kasdam Jaya, Brigjen Herianto Syahputra yang hadir dalam kesempatan itu menyebutkan, pancasila sejatinya harus menjadi roh sebagai jati diri pribadi bangsa.

“Sebagai dasar negara, pancasila didesain sebagai rujukan bagi segenap warga negara. Namun pemaknaan nilai luhur yang terkandung dalam pancasila kini mulai luntur. Seperti radikalisme yang ada,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dibacakan deklarasi bersama sikap Pemuda Pancasila bahwa PP DKI bersama Polri dan TNI yang akan bersama mengamankan Kamtibmas jelang Pileg dan Pilpres 2019.( Budi)