DPP Citos Indonesia Menyikapi Viral Video Partai PSI Demi Meluruskan Sejarah  

Journaljakarta.com , Jakarta –DPP Citos Indonesia bersama BRIGADE Citos Indonesia menanggapi beredarnya Video Klip Partai PSI yang sangat mendiskreditkan Bpk Pembangunan almarhum HM. Soeharto bertempa Resto Raden Bahari Jln. Warung Buncit Raya no: 54 (depan kantor Imigrasi Jakarta Selatan, Jum’at,(1/6)

Adapun yang hadir pada jumpa pers adalah H. Giyanto Hadi P Ketum DPP Citos Indonesia, Agus Wahid Wasekjen DPP Citos Indonesia, Faudi Hartono kuasa hukum DPP Citos dan Antonius Siagian.

Menurut ketua umum Citos Indonesia Giyanto prayitno, apa yang di viralkan oleh partai PSI merupakan tindakan stigmatisasi negatif pak Harto sebagai aktor pelanggaran ham berat, tidak layak di maafkan dan berusaha menggiring publik tetap membenci rezim Soeharto, yang kini mulai bangkit ke arena politik. Disamping itu PSI diduga ingin mendapat simpati rezim yang berkuasa. Dengan kata lain PSI ikut menjalankan peran pendestruksikan citra atas titah rezim, agar publik tetap alergi dengan simpatisan soeharto.

Selain itu, Citos menilai motif yang di lakukan PSI mendramatisasi setiap peristiwa tanpa menelusuri data dibalik peristiwa dan menyembunyikan aktor intelektual dari setiap pelanggaran HAM, sekaligus PSI menyembunyikan desain politik rivalitas yang di mainkan para aktor intelektual itu.

Giyanto meyakini, sebagian anak bangsa hingga saat ini masih merindukan sosok bapak pembangunan yang jelas berkontribusi bagi kepentingan bangsa dan negara. Serta berhasilnya program swasembada pangan yang selama ini belum pernah di raih prestasinya oleh presiden berikutnya.

Ketua Advokasi Citos Indonesia Fuadi Hartono mengatakan, partai PSI harus minta maaf secara terbuka atas tindakan cerobohnya, sekaligus menarik peredaran video tersebut. Bila tidak ada tanggapan dari partai PSI, maka akan menempuh jalur hukum ke polri atas tindakan pencemaran nama baik mantan Presiden RI ke 2 alm Soeharto.

Sebelumnya, beredar 2 video temtang kepemimpinan mantan Presiden Soeharto yang konon dibuat kader PSI. Dalam video tersebut, sosok pemimpin selama 32 tahun itu dinarasikan sebagai seorang diktator yang kejam. Beliau disebut-sebut memberikan komando atas sejumlah tragedi berdarah seperti pemberantasan gerakan PKI, kasus Talangsari, Priok dan lainnya. Video itu juga terkesan mengingatkan atas kembalinya generasi penerus Cendana di kancah politik Indonesia. ( Dani)