SAPUHI Lahir Menjawab Perseteruan Tak Berujung Pangkal Di ASPHURINDO

Journaljakarta.com ,Jakarta –SAPUHIi ( Sarikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia )
berdiri akibat adanya perselisihan dijajaran pimpinan di Asphurindo yang tidak berujung pangkal.Meski sudah dimediasi oleh Kementerian Agama, islah atas kisruh dualisme kepengurusan Asphurindo tidak mencapai titik temu. Munaslub sebagai forum islah di antara kedua kubu Asphurindo kemungkinan besar tak bakal digelar. Karena dari sudut pandang hukum dan lainnya, akan kesulitan mencari panitia penyelenggara Munaslub yang betul-betul fair.

Hal ini disampaikan Ketua Umum SAPUHI,i Ketua Umum Asphurindo, Syam Resfiadi saat ditemui awak media usai menghadiri acara buka puasa bersama Islami Travel Communication Forum (IITCF) di Jakarta, Rabu (30/5/18).

Syam menambahkan, SAPUHI diluncurkan secara resmi pada acara buka puasa bersama (bukber) Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo)  di sebuah restoran terkenal di Jakarta, Senin (28/5).

Pada tanggal 28 Mei 2017 diadakan acara bukber Asphurindo ini kegiatan rutin setiap Ramadhan dan diisi dengan  silaturahim  antar anggota dan pengurus serta para tamu undangan.

“Namun kali ini kami isi dengan  rapat pleno anggota di mana kami menyampaikan kondisi terakhir dari kegiatan bisnis di dalam maupun di luar asosiasi yang berkaitan dengan  bisnis haji dan umrah,” kata Syam yang sebelumnya menjabat sebagai ketua umum Asphurindo.

Rapat pleno yang dihadiri lebih dari 50 persen anggota travel Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) juga membahas isu terbesar adalah masalah dualisme pengurus Asphurindo yang kami sampaikan ke anggota. Kami pengurus telah sepakat membuat opsi dua  pilihan untuk diputuskan oleh mayoritas anggota yang hadir. Yaitu,  munaslub untuk menyelesaikan islah dengan  pihak mereka — yang belum jelas hasilnya dan ada kemungkinan deadlock — atau membuat asosiasi baru.”

Ternyata, kata Syam, mayoritas anggota yang hadir memilih untuk mendirikan asosiasi baru. Lahirlah SAPUHI.

Dalam waktu dekat, SAPUHI akan membentuk pengurus formatur dan menghadap Dirjen PHU Kementerian Agama. Selanjutnya Kemenag akan diundang saat pengesahan atau deklarasi asosiasi baru ini. SAPUHI akan menjadi asosiasi umrah dan haji khusus yang beda dengan asosiasi lainnya. SAPUHI akan menjadi asosiasi yang professional dan konsen untuk mengedukasi para anggotanya demi kesejahteraan bersama.