SOKSI Peduli Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA)

Jakarta –Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) merupakan pilar bangsa dan penentu masa depan peradaban Indonesia dan dunia.Acara ini dipersembahkan salah satunya kepedulian SOKSI kepada PEKKA.

Hali disampaikan oleh Wakil Ketua Umum SOKSI, Ahmadi Noor Supit kepada teman-teman media
dalam acara buka puasa bersama dan dalam rangka memperingati HUT Ke-58 SOKSI , Jakarta.(21/5)

“Secara khusus dalam momentum bulan Ramadan dan pentingnya kepedulian terhadap sesama. Termasuk perempuan dan PEKKA. PEKKA perlu mendapat perhatian pemerintah dan masyarakat agar tidak terus menerus terhinakan dan mengalami proses peminggiran,” katanya

Perhatian itu nantinya, bisa ditampilkan melalui program-program pemberdayaan bukan saja untuk PEKKA dan kaum perempuan, tapi masyarakat pada umumnya.

Hadir dalam buka puasa bersama Kader dan Simpatisan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) berkisar 500 orang. Depidar (Dewan Pimpinan Daerah) Jawa Barat dan DKI Jakarta. Depicab (Dewan Pimpinan Cabang Kota Bekasi yang diwakili oleh Wakil Ketua, H.Alex Salim, selain  Depicab Jakarta Selatan, Depicab Depok dan Depicab Tangerang.

Tampak Plt.Ketua Umum SOKSI, Bobby Suhardiman, Wakil Ketua Umum, Ahmadi Noor Supit (selaku tuan rumah). Serta hadir pula Ketua DPR-RI, Bambang Susetyo Pejabat Negara dan Para Petinggi Parta GOLKAR dan SOKSI.

Sementara itu, amanat sambutan Ketua DPR-RI, Bambang Susetyo mengatakan rasa harunya dengan kegiatan SOKSI dalam rangka hari ulang Tahun dan Bukber. Bambang juga menyoroti pengaruh radikalisasi, terorisme yang terjadi dibeberapa wilayah Indonesia.

“Diwilayah kita bisa terjadi dan memakan korban. Saya berpesan untuk selalu waspada. Karena anak teroris saat ditanya apa cita-citanya dijawab sangat miris, yakni mati syahid,” ungkapnya.

Bambang berkomitmen segera lakukan pembahasan terkait RUU Anti Teroris untuk segera di sahkan. Nantinya akan terlihat Partai atau Fraksi mana yang menghambat RUU tersebut,” papar Bambang.

“Tidak bisa bermain-main lagi karena taruhannya nyawa masyarakat Indonesia. Kami akan mendorong pansus biar tidak ada persepsi yang tidak baik terhadap DPR kedepannya,” pungkasnya.(Budi Murdani)