Sandiaga Pastikan Stok Pangan Aman, Distribusi Lancar Dan Harga Stabil Selama Ramadhan Sampai Lebaran 2018

Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memastikan harga pangan di DKI Jakarta selama Ramadan 2018 hingga Lebaran Idul Fitri tak akan mengalami kenaikan. Hal itu dilakukan dengan menjaga stok pangan yang dimiliki DKI dan disuplai dari beberapa daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Distribusinya terbuka semua. Enggak boleh semua harga enggak terantisipasi. Saya pastikan akhir Syaban menuju ke Hari Raya Idul Fitri stok cukup. Kedua, lancar. Harga stabil. Dan mutunya juga yang prima yang kami awasi. Tidak boleh yang mutunya dibawah standar,” ujarnya di Kantor PT Food Station, Cipinang Jaya, Jakarta Timur, Rabu (16/5/2018).

Salah satu komoditas yang dipastikan bakal aman hingga akhir Ramadan, kata Sandiaga, adalah beras. Sebab, Kementerian Pertanian akan menggelontorkan 3.000 ton beras ke pasar-pasar di DKI Jakarta untuk menekan harga dan mencegah spekulan.

Selain itu, stabilitas pangan ini juga lantaran daerah-daerah penyuplai beras untuk Jakarta masih dalam musim panen.

“Jadi clear dari Kementerian Pertanian stok cukup, aman, dan melebihi dua kali lipat. Jadi kami kirim pesan yang jelas kepada pasar bahwa stok aman,” imbuhnya.

Dirut PD Pasar Jaya Arif Nasrudin mengatakan, perusahaannya siap untuk memastikan distribusi pangan ke para pedagang pasar dan masyarakat berjalan lancar.

Caranya, menggandeng assosiasi pedagang yang ada di Jakarta untuk membeli stok pangan dari PD Pasar Jaya. Nantinya, perusahaan pelat merah milik DKI itu akan memberlakukan sistem dua harga, yakni harga grosir untuk para pedagang dan harga eceran untuk masyarakat.

Nantinya, para konsumen dapat membeli pangan dengan harga itu di bazar-bazar dan pasar murah yang dikoordinasi PD Pasar Jaya.

“Jadi dari 153 [pasar], 144 titik itu sudah kita lakukan announcing dan kemudian nanti pedagangnya bisa membeli dari pasar jaya,” tutur Arif.

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi memastikan stok pangan sebelum Ramadan dan Lebaran 2018 untuk wilayah DKI Jakarta aman. Hal ini dibuktikan dengan stok yang masih di atas batas normal.

Arief mengatakan, stok minimal yang harus ada di Food Station sekitar 30.000 ton. “Itu paling minimal, kalau di atas 30.000 ton maka stok masih aman,” sambung dia.

Pria yang sudah malang melintang dalam dunia retail itu lantas lantas menunjukan stok yang tersimpan di gudangnya. Di sana terpantau ribuan ton beras, gula, telur, tepung terigu dan pangan lain masih menumpuk.

“Ini artinya stok InsyaAllah aman, kami buktikan di sini (gudang),” tambahnya.

Menurutnya, dengan stok yang melimpah itu maka harga di pasaran akan stabil. Hal tersebut akan terus dijaga oleh Food Station agar konsumen tak mengeluhkan kenaikan harga.

Terkait stok pangan ini, Arief juga mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan.