MUI Dan PUSKES Haji Gelar FGD Tentang Istitha’ah Kesehatan Haji

Jakarta  – Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI  menggelar Fokus Discussion Group ( FGD) tentang Istitha’ah Kesehatan Haji di kota Depok, Jawa Barat tepatnya di Hotel Margo City.(28/4/2019)

Focus Group Discussion (FGD) Istitha’ah Kesehatan Haji  ini membahas perumusan Istitha’ah Kesehatan Haji, Safari Wukuf dan Badal Melontar Jumroh. seperti yang disampaikan Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes.

“Istithaah kesehatan akan memberikan nilai positif bagi penyelenggaraan kesehatan haji di Indonesia. Untuk itu perlu dukungan fikih dari para ulama, khususnya dari Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusup Singka.

Komisi Fatma MUI dan Pusat Kesehatan Haji Kemenkes  akan merumuskan diskripsi, kriteria, syarat, dan berbagai hal yang berkaitan dengan istitha’ah kesehatan haji selama FGD berlangsung 3 hari lamanya.

Menurut Kapuskes Haji, kesehatan haji akan optimal apabila ada komitmen politik dalam mendukung kesehatan haji, terutama dari Kementerian Agama sebagai koordinator penyelenggara haji.

“Alhamdulillah tahun ini, Kementerian Agama telah mengeluarkan edaran tentang pentingnya istitha’ah kesehatan bagi jemaah haji”, kata Eka.

Edaran tersebut sebagai bukti bahwa Kementerian Agama memiliki komitmen yang baik terhadap kesehatan.

Dukungan pengetahuan, sikap, dan perilaku jemaah haji yang sesuai dengan kaidah kesehatan juga sangat penting. Jemaah secara sadar selalu menggunakan alat pelindung diri untuk menjaga kesehatan, serta berperilaku hidup bersih dan sehat selama di Tanah Air guna mempersiapkan kesehatan diri sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Dukungan masyarakat terhadap terselenggaranya pelaksanaan istitha’ah kesehatan haji juga sangat penting . Serta adanya integrasi antara sistem kesehatan haji dengan sistem pelayanan umum. Integrasi ini akan memudahkan dan saling menguatkan optimalisasi pelayanan jemaah haji,” jelas kapuskes haji.

“Guna memastikan istitha’ah kesehatan jemaah haji, perlu melakukan pemeriksaan dan pembinaan kesehatan jemaah haji,” ujarnya.

Selanjutnya, Komisi Fatwa MUI yang dipandu Sekretaris Komisi Fatwa Asrorun Niam Sholeh berharap FGD perumusan PKLn istitha’ah Kesehatan, safari wukuf dan badal melontar jumrohi kali ini merupakan kelanjutan FGD sebelumnya guna melakukan finalisasi, semoga kita dapat menuntaskannya. ( BUDI)